Kenali Gejala Obesitas Pada Anak dan Solusi Mengatasinya

December 24, 2020 by No Comments

Anak gendut memang sangat menggemaskan, namun bukan berarti mereka tidak bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti obesitas. Obesitas pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Jika anak Anda mengalami obesitas, berikut gejala, komplikasinya.

Kondisi apa yang menyebabkan obesitas pada anak?

Para peneliti mengatakan, tidak semua anak yang kelebihan berat badan disebut obesitas. Lemak yang menumpuk di tubuh bayi merupakan persiapan untuk tumbuh kembang bayi.

Untuk anak di bawah usia 5 tahun, berat badan ideal diukur dengan menggunakan kurva yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Berat badan anak di atas kisaran ini menunjukkan bahwa anak tersebut kelebihan berat badan atau obesitas.

Lantas apa yang membuat anak disebut obesitas? Dilansir dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak bisa dikatakan obesitas bila berat badannya melebihi +3 SD pada grafik pertumbuhan.

Sedangkan dia dikatakan overweight atau overweight bila berat badan anaknya di atas +2 SD di grafik pertumbuhan WHO.

Untuk anak usia 5 tahun ke atas, tanda-tanda obesitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Untuk menentukan siapa yang termasuk dalam kelompok berat badan sehat dan tidak sehat diperlukan perhitungan IMT.

Indeks massa tubuh, juga dikenal sebagai BMI, membandingkan berat badan dengan tinggi badan anak, dihitung dengan membagi berat dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter persegi.

Jika BMI anak Anda antara 23 dan 29,9, ini berarti anak Anda kelebihan berat badan (predisposisi obesitas).

Sedangkan jika hasil perhitungan mencapai 30 ke atas, berarti anak Anda sudah masuk kelompok obesitas.

Untuk memudahkan mengetahui angka BMI anak, Hello Sehat menyediakan halaman kalkulator BMI yang hanya berlaku untuk anak usia diatas 5 tahun.

Kebutuhan kalori harian anak

Pada dasarnya kelebihan berat badan terjadi karena kalori yang masuk digunakan lebih sedikit. Untuk itu salah satu cara mengatasi obesitas pada anak adalah dengan mengurangi asupan kalori hariannya.

Namun, mengurangi kalori tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, anak membutuhkan makanan yang kaya gizi untuk menunjang pertumbuhannya.

Penyebab obesitas pada bayi dan anak

Sebuah penelitian selama 30 tahun di Inggris menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton televisi setiap hari dapat meningkatkan BMI-nya hingga obesitas pada usia 30 tahun.

Studi lain dilakukan di Selandia Baru yang melibatkan hingga 1000 anak, yang dipelajari dari lahir hingga usia 26 tahun.

Usia anak yang terus bertambah sehingga makanan penting dalam menunjang gizi anak.

Namun, makan berlebihan dan aktivitas fisik yang tidak seimbang tidak baik untuk kesehatan Anda. Jika pola asupan tidak seimbang, maka anak akan mengalami obesitas.

Mengutip dari Mayo Clinic, obesitas pada anak merupakan kondisi medis serius yang mempengaruhi pertumbuhan anak dan remaja.

Obesitas pada masa kanak-kanak dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang biasanya hanya dialami oleh orang dewasa. Misalnya hipertensi, kadar kolesterol tinggi pada anak, dan gagal tumbuh atau gagal tumbuh kembang pada anak

Berikut penjelasan lengkap permasalahan yang muncul akibat obesitas pada anak:

Komplikasi kesehatan

Secara umum, komplikasi kesehatan obesitas pada anak sangat erat kaitannya dengan perkembangan penyakit degeneratif, antara lain:

Gejala pradiabetes

Kondisi ini menyebabkan tubuh bayi tidak mampu mencerna glukosa secara maksimal dan meningkatkan kadar glukosa darah.

Jika kondisi ini terus berlanjut selama masa remaja, anak tersebut dapat mengalami diabetes melitus di masa dewasa.

Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah sekelompok gejala perkembangan penyakit degeneratif.

Gejala Asma

Anak-anak yang obesitas lebih berisiko terkena asma. Mengutip dari Mayo Clinic, salah satu penyebabnya adalah obesitas dapat menyebabkan peradangan pada sistem kardiovaskuler dimana jaringan lemak mengelilingi pembuluh darah paru-paru.

Obesitas merupakan salah satu penyebab asma pada anak. Ini membuat paru-paru lebih sensitif terhadap rangsangan udara luar dan menyebabkan gejala asma.

Gangguan pertumbuhan muskuloskeletal

Menurut American Academy of Orthopedic Surgeons (AAOS), kelebihan berat badan akan mengganggu pertumbuhan tulang, persendian dan otot pada anak.

Demikian artikel parenting masalah obesitas yang mungkin bisa bermanfaat untuk Anda.